FAQ Project Panduan Standard Ketentuan Policy Meeting Keanggotaan
IPv4 Anda: 38.107.191.100    
Cari Whois :
 
Berita Terkini
 
Pendaftaran APNIC Training & APJII OPM 2009 telah dibuka!
Kepada Yth.
Anggota APJII & Direct Member IDNIC

Bersama ini kami sampaikan bahwa pendaftaran ... more>>
APNIC 26 Meeting, 25 - 29 August 2008. Christchurch - New Zealand
APNIC invites you to Christchurch, New Zealand, for APNIC 26. Official website
 more>>
AS number change could affect Internet routing from 1 January 2009
Manufacturers urged to upgrade routers and network management
software to support the use of ... more>>
 
 
 
Adopsi IPv6 Bagai Debat 'Ayam dan Telor'


Detikcom - Jakarta, 28/07/2004 : Wacana adopsi IPv6 bisa
tak berujung, bagai debat ayam dan telor. Pertanyaannya, aplikasi dikembangkan
setelah jaringannya tersedia atau jaringan didirikan jika aplikasi cukup menjanjikan?

Hukum fisika Isaac Newton menyatakan, benda bergerak cenderung
tetap bergerak dan benda diam cenderung tetap diam. Dengan kata lain, perubahan
adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Rupanya hukum ini berlaku juga bagi perubahan
di bidang lain. Spesifiknya, perubahan protokol internet dari versi 4 ke versi
6.


IPv4 (internet protocols version 4) memiliki jumlah alamat
yang terbatas, dan semakin lama jumlah itu semakin berkurang. Untuk mengatasi
hal itu, disusunlah protokol versi 6 (IPv6) yang menyediakan alamat dalam jumlah
yang jauh lebih banyak. Bahkan sebuah artikel di Wired membandingkan jumlah
alamat IPv6 dengan IPv4 layaknya membandingkan bulan dengan bola basket.


Namun, transisi ke IPv6 masih merupakan proses yang panjang
dan butuh waktu lama. Salah satu perdebatan yang mewarnainya adalah memilih
antara mengembangkan jaringan IPv6 setelah aplikasinya tersedia atau mengembangkan
aplikasi setelah jaringannya tersedia.


Menunggu Aplikasi Killer


Saat ini riset untuk mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan
protokol internet versi 6 masih terus berjalan. "Menurut saya, servis-servis
baru (di IPv6 -red.) akan lebih kaya karena jumlah alamat IP bisa lebih banyak,
artinya memungkinkan sebuah perangkat yang memiliki lebih dari satu alamat IP
atau aplikasi yang memanfaatkan banyak alamat IP," kata Sanjaya, Senior
Project Manager APNIC (Asia Pacific Network Information Centre), kepada detikcom
di sela-sela NICE (national internet conference and education) 2004, di Hotel
Hilton, Jakarta, Selasa (27/07/2004).


Salah satu konsep aplikasi IPv6 misalnya digunakan untuk mendeteksi
cuaca di sebuah kota. Hal ini dilakukan dengan memasang chip nirkabel pada wiper
taksi. Karena memiliki alamat IP sendiri, setiap wiper bisa mengirimkan data
lewat internet untuk menyatakan apakah sedang aktif menghalau air hujan atau
tidak.


Sanjaya melihat kemungkinan aplikasi IPv6 untuk perangkat bergerak,
akses nirkabel (hot spot) dan game. Namun ia mengakui, saat ini aplikasi IPv6
yang bukan percobaan masih sangat sedikit. Di satu sisi, ini bisa membuat ISP
(internet service provider) enggan menerapkan IPv6.


Mereka seakan-akan menunggu datangnya aplikasi yang dapat menarik
banyak pelanggan, istilah pemasarannya killer application.


Tidak Ada Jaringan, Aplikasi Mandek


Namun, di sisi lain, tanpa jaringan IPv6 pengembangan aplikasi
seakan-akan terjebak pada eksperimen di kampus-kampus. "Ini terjadi di
negara yang menerapkan dual stack (menggunakan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan-red.),
aplikasinya seperti mentok di eksperimen saja. Ini persis pertanyaan duluan
ayam atau telor?" Sanjaya menambahkan.


Diterapkannya jaringan IPv6, apalagi yang secara native, akan
memaksa ISP untuk mencari aplikasi berbasis IPv6 yang bisa ditawarkan pada pelanggannya.
Tekanan secara komersial seperti itu yang biasanya akan mendorong berkembangnya
teknologi di tingkat terapan. Tekanan semacam itu


terjadi pada Linux yang mulai bergeser dari sistem operasi
hobi menjadi sistem operasi yang bisa dijual.


Sanjaya beranggapan, pengelolaan internet di masa depan akan
lebih sederhana bila transisi jaringan ke IPv6 dilakukan terlebih dahulu dan
secara native. "Memang jadinya untuk IPv4 masih butuh penerjemahan tapi
jika nanti ingin meluncurkan aplikasi IPv6 akan jauh lebih mudah, tinggal jalan
saja," ia menambahkan.



 
 

.: Pelayanan | Berita | Proyek | Sponsor | Hubungi Kami .:
© 2007 - INDONESIA NETWORK INFORMATION CENTER
Comments to: programmer@idnic.net